Gejala Bell's Palsy: Kenali dan Cara Mengatasinya
September 11, 2017 Mungkin tidak semua orang Mengetahui Bell’s
Palsy itu apa. Bell’s Palsy adalah penyakit yang menyerang gangguan pada syaraf
wajah. Bell’s Palsy ditemukan oleh Sir Charles Bell, seorang dokter
berkebangsaan Skotlandia pada abad ke 19. Gejala paling nyata wajah terlihat
miring. Ketika senyum setengah wajah penderita Bell’s Palsy tetap diam (tidak
bisa tersenyum lebar). Penyakit ini menyerang usia muda hingga tua.
Mengapa saya katakan menyerang usia muda
hingga tua? Saat ini saya berusia 20 tahun dan pernah merasakannya. Saat itu
saya mengalami hal-hal yang tidak biasa pada wajah saya. Awalnya, mata kiri
saya selalu mengeluarkan air mata hingga perih dan tidak bisa menutup hingga
rapat. Hidung bagian sebelah kiri saya tidak bisa bergerak atau dikembang
kempiskan. Bibir bagian sebelah kiri saya pun begitu, saat mengunyah dan minum
seringkali makanan atau air keluar begitu saja. Jadi, wajah sebelah kiri saya
seperti mengalami kelumpuhan.
Setelah saya cari tahu dan membaca lewat beberapa
artikel, semua yang saya rasakan itu adalah gejala Bell’s Palsy. Lalu, saya
pergi ke dokter untuk memastikannya. Ternyata dugaan saya benar, saya mengalami
penyakit Bell’s Palsy. Pada pertemuan pertama, dokter menginstruksikan agar
saya mengangkat ke-dua alis bersamaan. Ke-dua alis saya masih terlihat sama dan
sejajar. Setelah itu, untuk sementara saya disarankan untuk minum
obat yang dituliskan di resep terlebih dahulu.
Pertemuan ke-dua setelah obat sudah habis,
saya lanjut kembali datang dan yang saya alami belum pulih. Lalu, dokter
menyarankan saya untuk pergi ke fisioterapi, yaitu pengobatan terhadap
penderita yang mengalami kelumpuhan atau gangguan otot dengan tujuan melatih
otot tubuh agar dapat berfungsi secara normal. Selain itu, dalam dua minggu
mengalami Bell’s Palsy, mata saya belum menutup dan sangat menggangu.
Dokter memberi solusi agar mata saya
ditutup menggunakan kapas dan solatip saat tidur. Begitu juga dengan mulut
bagian sebelah kiri saya yang masih belum tertutup, yaitu disarankan untuk
mengunyah permen karet agar membangunkan otot dan syaraf kembali normal. Ada
pun cara lain yaitu, mengompres wajah dengan air hangat. Ini cara efektif yang
saya lakukan setiap hari, dengan menggunakan botol kaca diisi air hangat agar
air tidak tumpah. Dan jangan lupa, botol dibalut dengan kain terlebih dahulu
agar tidak terlalu panas saat menempel pada kulit.
Setelah itu, saya menuju ke ruang
fisioterapi dan dilakukan sinar inframerah pada wajah sekitar 15 menit untuk
memperlancar peredaran darah dan persiapan dilakukannya pemijatan. Senam muka
pun dilakukan dalam proses terapi ini, dengan melakukan beberapa ekspresi pada
wajah seperti senyum, sedih, menutup kelopak mata, mengembungkan dan
mencekungkan pipi, mengangkat alis, serta gerakkan mulut menyebutkan huruf
vokal. Dalam proses terapi ini dianjurkan untuk pergi ke fisioterapi agar
hasilnya maksimal.
- Hindari pemakaian secara langsung angin AC atau kipas pada muka
- Gunakan masker saat mengendarai motor untuk menghindari debu dan angin.
- Cuci pakaian hingga bersih dan pastikan kering merata. Karena biasanya virus berada pada tempat yang lembab.
- Makan makanan bergizi yang mengandung banyak vitamin seperti buah dan sayur untuk menjaga kesehatan fungsi syaraf.
- Istirahat yang cukup dan tidur teratur serta menjaga kebersihan lingkungan.
Jika dirasa mengalami gejala yang sama,
ada baiknya cepat pergi ke dokter agar mendapat penanganan secara cepat dan
tepat. Karena setiap orang, mungkin mengalami diagnosis, beberapa gejala dan
pemulihan yang berbeda.

8 comments
Baru tau penyakit ini, terimakasih infonya
ReplyDeleteSama-sama.Semoga bermanfaat:)
DeleteWah teman sekelas saya pernah sakit ini nih
ReplyDeleteWahiya, semoga bermanfaat yaaa:)
DeleteWah ternyata serem juga penyakitnya :(
ReplyDeleteIyaaa hati-hati yaa. Semoga bermanfaat:)
DeleteSerem yaa, baru tahu juga ada penyakit seperti ini, terima kasih tulisannya bermanfaat sekali
ReplyDeleteIya kalo begitu hati-hati yaa. Sama-sama:)
Delete